Menganalisis
Unsur Instrinsik Dan Ekstrinsik Film Di Bawah Lindungan Ka’bah
A. Unsur Instrinsik
1. Tema:
Pengorbanan cinta dan kasih tak sampai karena di akhir cerita Hamid dan Zainab tidak bersatu/ keduanya tidak menikah sampai mereka meninggal bersama di tempat yang berbeda yaitu Hamid di bawah ka’bah dan Zainab di pantai.
Pengorbanan cinta dan kasih tak sampai karena di akhir cerita Hamid dan Zainab tidak bersatu/ keduanya tidak menikah sampai mereka meninggal bersama di tempat yang berbeda yaitu Hamid di bawah ka’bah dan Zainab di pantai.
2. Tokoh:
a)
Hamid: Pintar, Penyabar, Patuh Pada
Orang Tua,Rendah Hati, Sopan.
b)
Zainab: Sabar, Rendah Hati, Patuh Pada
Orang Tua.
c)
Ibu Hamid: Gigih, Sabar, Berjuang Hidup
Wlaupun Tanpa Hamid.
d)
Engku Jakfar: Baik Hati Dan Dermawan
e)
Ibu Zainab/ Mak Asiah: Dermawan,
Pembohong
f)
Saleh: Baik,Rajin,Setia Kawan.
g)
Rosnah:Setia Kawan, Baik Hati.
3. Alur:
Campuran( Mundur Dan Maju)
4. Seting:
a. Waktu:
Pagi, Sore, Malam.
b. Tempat:
Kereta, Stasiun, Rumah Zainab,Suroh,Di Pagar Kayu,Di Pantai,Tawalib,Rumah
Hamid,Mekkah.
c. Suasana:
Senang(Gembira),Sedih,Tegang,Haru,
5. Sudut
Pandang: Orang Ketiga Pelaku Utama
6. Gaya
Bahasa: Klasik Dan Sopan.
7. Amanat:
segala masalah dapat diatasi dengan berserah diri atau kembali
pada-Nya. Karena di bawah lindungannya, masalah apapun dapat diatasi dengan
mudah dan cinta yang tulus itu adalah sesuatu yang abadi dan suci. Perasaan
cinta adalah anugerah dari ALLAH yang sangat adil, karena tidak membeda-bedakan
keadaan manusia.
B. Unsur Ekstrinsik
Latar
Belakang Penulis:
1. Judul
Karya Sastra: Dibawah Lindungan Ka’bah.
2.
Nama
Pengarang : Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
3.
Biografi
Pengarang:
HAMKA atau
Haji Abdul Malik Karim Amrullah lahir pada tanggal 16 Februari 1908 di
Maninjau, Sumatra Barat. Beliau mengenyam pendidikan hanya sampai pada kelas 2
SD, kemudian beliau mengaji di langgar dan madrasah. Beliau juga pernah
mendapat didikan dari HOS Tjokroaminoto. Beliau dikenal sebagai
pujangga penguras air mata karena hampir semua karyanya bersifat kesedihan yang
mendalam . Dan juga prosa HAMKA bernapaskan tema religius menurut konsepsi
Islam. Hasil Karya-karyanya diantaranya Di Bawah Lindungan Ka’bah
(1938), Di Dalam Lembah Kehidupan (kumpulan cerpen, 1941), Tenggelamnya Kapal
Van Der Wijk (roman, 1939), Kenang-Kenangan Hidup
(autobiografi1951), Ayahku (biogrfai), Karena Fitnah (roman, 1938), Merantau ke
Deli (kisah, 1939), Tuan Direktur (1939), Menunggu Beduk Berbunyi (roman,
1950), Keadilan Illahi, Lembaga Budi, Lembaga Hidup, dan Revolusi Agama.
C.
Sinopsis
DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH
.
Hamid dan Zainab berasal dari dua keluarga dengan tingkat
sosial yang berbeda. Hamid berasal dari keluarga miskin dan Zainab berasal dari
keluarga kaya. Hamid mendapat dukungan dana sekolah dari ayah Zainab dan ibunya
bekerja di rumah keluarga Zainab. Pertemuan demi pertemuan membuat keduanya
saling jatuh cinta. Namun karena perbedaan ekonomi dan dibayangi utang budi,
Ibu Hamid melarang anaknya untuk berharap memiliki Zainab.
Mereka berbagi impian yang sama yaitu tiap manusia bebas
untuk mencintai dan dicintai. Cobaan demi cobaan pun mendera keduanya. Mulai
dari diusirnya Hamid dari kampung karena dituduh secara tidak sopan menyentuh
Zainab hingga akan dijodohkannya Zainab dengan anak seorang saudagar kaya.
Sampai akhirnya Hamid dan Zainab merasa harapannya untuk bisa saling memiliki
pupus. Namun Hamid dan Zainab tetap setia dengan janji untuk mempertahankan
cinta mereka.
Hamid yang terusir dari kampungnya akhirnya berkelana
hingga sampai ke Mekkah dan
menunaikan ibadah haji seperti yang
diimpikannya. Sementara Zainab tetap menjaga setia janjinya untuk menikah hanya
dengan orang yang ia cintai. Di Mekkah Hamid terus beribadah hingga akhirnya
meninggal di hadapan Ka'bah setelah mengetahui Zainab meninggal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar