Blogger Widgets sitimaimunaPGSD: contoh unsur instrinsik dan ekstrinsik

Jumat, 20 Juni 2014

contoh unsur instrinsik dan ekstrinsik

Menganalisis Unsur Instrinsik Dan Ekstrinsik Film Di Bawah Lindungan Ka’bah

A. Unsur Instrinsik
1.    Tema:
Pengorbanan cinta dan kasih tak sampai karena di akhir cerita Hamid dan Zainab tidak bersatu/ keduanya tidak menikah sampai mereka meninggal bersama di tempat yang berbeda yaitu Hamid di bawah ka’bah dan Zainab di pantai.
2.    Tokoh:
a)      Hamid: Pintar, Penyabar, Patuh Pada Orang Tua,Rendah Hati, Sopan.
b)      Zainab: Sabar, Rendah Hati, Patuh Pada Orang Tua.
c)      Ibu Hamid: Gigih, Sabar, Berjuang Hidup Wlaupun Tanpa Hamid.
d)     Engku Jakfar: Baik Hati Dan Dermawan
e)      Ibu Zainab/ Mak Asiah: Dermawan, Pembohong
f)       Saleh: Baik,Rajin,Setia Kawan.
g)      Rosnah:Setia Kawan, Baik Hati.
3.    Alur: Campuran( Mundur Dan Maju)
4.    Seting:
a.       Waktu: Pagi, Sore, Malam.
b. Tempat: Kereta, Stasiun, Rumah Zainab,Suroh,Di Pagar Kayu,Di Pantai,Tawalib,Rumah Hamid,Mekkah.
c.       Suasana: Senang(Gembira),Sedih,Tegang,Haru,
5.    Sudut Pandang: Orang Ketiga Pelaku Utama
6.    Gaya Bahasa: Klasik Dan Sopan.
7.    Amanat:
segala masalah dapat diatasi dengan berserah diri atau kembali pada-Nya. Karena di bawah lindungannya, masalah apapun dapat diatasi dengan mudah dan cinta yang tulus itu adalah sesuatu yang abadi dan suci. Perasaan cinta adalah anugerah dari ALLAH yang sangat adil, karena tidak membeda-bedakan keadaan manusia.
B. Unsur Ekstrinsik
Latar Belakang Penulis:
1.    Judul Karya Sastra: Dibawah Lindungan Ka’bah.
2.    Nama Pengarang   : Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
3.    Biografi Pengarang:                
HAMKA atau Haji Abdul Malik Karim Amrullah lahir pada tanggal 16 Februari 1908 di Maninjau, Sumatra Barat. Beliau mengenyam pendidikan hanya sampai pada kelas 2 SD, kemudian beliau mengaji di langgar dan madrasah. Beliau juga pernah mendapat didikan dari HOS Tjokroaminoto.  Beliau dikenal sebagai pujangga penguras air mata karena hampir semua karyanya bersifat kesedihan yang mendalam . Dan juga prosa HAMKA bernapaskan tema religius menurut konsepsi Islam. Hasil Karya-karyanya diantaranya  Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938), Di Dalam Lembah Kehidupan (kumpulan cerpen, 1941), Tenggelamnya Kapal Van Der  Wijk (roman, 1939), Kenang-Kenangan Hidup (autobiografi1951), Ayahku (biogrfai), Karena Fitnah (roman, 1938), Merantau ke Deli (kisah, 1939), Tuan Direktur (1939), Menunggu Beduk Berbunyi (roman, 1950), Keadilan Illahi, Lembaga Budi, Lembaga Hidup, dan Revolusi Agama.

C. Sinopsis
DI BAWAH LINDUNGAN KA’BAH
.
 Hamid dan Zainab berasal dari dua keluarga dengan tingkat sosial yang berbeda. Hamid berasal dari keluarga miskin dan Zainab berasal dari keluarga kaya. Hamid mendapat dukungan dana sekolah dari ayah Zainab dan ibunya bekerja di rumah keluarga Zainab. Pertemuan demi pertemuan membuat keduanya saling jatuh cinta. Namun karena perbedaan ekonomi dan dibayangi utang budi, Ibu Hamid melarang anaknya untuk berharap memiliki Zainab.
Mereka berbagi impian yang sama yaitu tiap manusia bebas untuk mencintai dan dicintai. Cobaan demi cobaan pun mendera keduanya. Mulai dari diusirnya Hamid dari kampung karena dituduh secara tidak sopan menyentuh Zainab hingga akan dijodohkannya Zainab dengan anak seorang saudagar kaya. Sampai akhirnya Hamid dan Zainab merasa harapannya untuk bisa saling memiliki pupus. Namun Hamid dan Zainab tetap setia dengan janji untuk mempertahankan cinta mereka.
Hamid yang terusir dari kampungnya akhirnya berkelana hingga sampai ke Mekkah dan menunaikan ibadah haji seperti yang diimpikannya. Sementara Zainab tetap menjaga setia janjinya untuk menikah hanya dengan orang yang ia cintai. Di Mekkah Hamid terus beribadah hingga akhirnya meninggal di hadapan Ka'bah setelah mengetahui Zainab meninggal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar